Header Ads

Haruskah Cina mengkhawatirkan menteri pertahanan baru Indonesia, Prabowo Subianto?


Jakarta, HabaAtjeh - Prabowo, seorang mantan jenderal, diduga berperan dalam kerusuhan Mei 1998 yang menargetkan orang Indonesia Tionghoa.

Ambivalensinya terhadap Cina akan berlanjut tetapi ia tidak dapat memutar balik waktu pada hubungan keamanan Indonesia yang tumbuh dengan tetangganya di utara.

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo menimbulkan keterkejutan dan kesal ketika ia memilih saingan dan ketua dari Partai Gerindra, pensiunan jenderal Prabowo Subianto, sebagai menteri pertahanannya awal pekan ini.

Masa lalu militer Prabowo sudah terkenal. Dia adalah salah satu jenderal paling kuat di negara itu di bawah rezim otoriter Soeharto, ayah mertuanya. Beberapa bulan setelah jatuhnya Suharto pada Mei 1998, dewan disipliner yang dibentuk oleh kepemimpinan militer secara efektif membubarkan Prabowo karena diduga menculik aktivis pro-demokrasi.

Setelah pengasingan singkat, Prabowo kemudian mendirikan partai Gerindra pada 2008 dan sejak itu mencari kursi kepresidenan. Tingginya jabatannya di kementerian pertahanan - jabatan publik pertamanya sebagai warga sipil - akan memiliki konsekuensi besar bagi hubungan sipil-militer dan pembuatan kebijakan pertahanan.

Dia kemungkinan akan mempertahankan kepemimpinannya di Gerindra, partai terbesar ketiga di badan legislatif nasional, dan kemungkinan akan mengajukan calon presiden pada tahun 2024. Dia juga dikelilingi oleh para jenderal pensiunan yang berpengaruh. Mengingat ikatannya yang luas dengan Pasukan Khusus Angkatan Darat, yang dia komando pada tahun 1995, Prabowo telah menjadi menteri pertahanan paling kuat dalam lebih dari dua dekade.

Jokowi memanfaatkan mantan jenderal untuk pos-pos urusan pertahanan dan agama di kabinet baru

Sementara menteri pertahanan sendiri tidak memiliki komando operasional dan kontrol atas militer, kementerian memang mengontrol anggarannya dan merumuskan kebijakan strategis yang lebih luas.

Dengan demikian, muncul kekhawatiran bahwa Prabowo akan mengubah kebijakan luar negeri Indonesia, terutama hubungannya dengan Cina .

Source: https://sc.mp/l82cw

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini